Thursday, April 28, 2011

Peunayong Chinetown Banda Aceh Post-Earthquake and Tsunami as Cultural Heritage District

Dian Kusuma Wardhani, Antariksa, Nanda Indira Sari

Department of Regional and Urban Planning, Faculty of Engineering, Brawijaya University, Malang, Indonesia


Abstract

This paper studied the Chinese ancient buildings degradation post-earthquake and tsunami and determined the direction of preservation as an effort to protect the cultural heritage of building and environment. The methodology consisted Crosstab Chi-square Analysis using the concept of Good City Form. Result was used in term of preserving Peunayong as cultural heritage district of Aceh.

Key Words: earthquake and tsunami, the ancient building, preservation, Chinatown.


Dian Kusuma Wardhani, Antariksa & Nanda Indira Sari. 2011. Peunayong Chinetown Banda Aceh Post-Earthquake and Tsunami as Cultural Heritage District. Journal of Basic and Applied Scientific Research. 1 (4): 275-282. ISSN 2090-424X.

Antariksa © 2011

1 comment:

warung kopi plus said...

Assalaamualaikum,

Wah..., barusan buka2 blog Bapak, dan nemu judul tentang Peunayong Banda Aceh, jadi tertarik untuk membaca (filenya di http://www.textroad.com/pdf/JBASR/JBASR%201(4)275-282,%202011.pdf), sayangnya..., bahasa inggris... hehehe.

Saat ini pemko bna memang sedang membangun kawasan ini, mulai dari kawasan Masjid Raya, Krueng Aceh (sungai) dan Kawasan Pecinan Peunayong (Pusat Kota Lama).
Beberapa kawasan strategis dan prioritas uatama pembangunan berdasarkan RTRW 2009-2029 adalah pengembangan waterfront city dan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Pusat Kota Lama.
(Master plan waterfront city kerjasama dengan GTZ, kalau Pak Antar berminat nanti saya emailkan filenya).

Menurut saya, Studi Pak Antar dan Tim diatas sepertinya sangat berguna, bahwa sebenanya bangunan kuno yang ada di Peunayong dapat dikembangkan (impian seperti malioboro-jogja).
Menurut bapak, Mengingat kondisi saat ini kawasan dan bangunan cenderung berkembang kearah kekumuhan, dan untuk melakukan pembangunan yang segera membutuhkan pebiayaan, dilain pihak ketersediaan APBD yang terbatas (sedang dicarikan donor)..., menurut Bapak apakah bisa dilakukan melalui mekanisme kerjasama pemerintah-swasta, konsepnya kira-kira bagaimana? atau menurut bapak kira-kira bagaimana model pembangunan sebaiknya?

Terima kasih Pak Antar


Wassalamualaikum,

Ismail Hidayat, PWK'98